Showing posts with label viewpoint. Show all posts
Showing posts with label viewpoint. Show all posts

#AyoKeMuseum Kereta Api Ambarawa

source: flickr

Pernah denger campaign #AyoKeMuseum? 


Campaign ini bertujuan untuk menghidupkan kembali museum. Di era yang serba digital dan selfie era ini, berkunjung ke museum seperti hal yang kurang menyenangkan.


Kebanyakan orang lebih memilih spot tempat yang "instagram-able" dibandingkan ke tempat yang bersejarah.


Beberapa waktu lalu, sempet baca thread di twitter kalau di museum PETA yang berada di Bogor sepi pengunjung. Dari situlah gue sedikit tergelitik untuk #MainKeMuseum.


Dulu tahun 2015 pernah ke museum gajah, Museum Nasional kalo sekarang, dan ke museum Bank Indonesia di tahun 2013. Disusul tahun 2016 ke Museum Marlborough di Bengkulu, dan tahun 2017 ke Museum Perjuangan Rakyat Bali dan Museum Geologi.

Lalu tahun 2018 ini ke Museum Kereta Api Ambarawa.

Yeaaayyyy!!



Museum Kereta Api Ambarawa ini dulunya merupakan stasiun kereta api kelas I, yang kini dijadikan museum. Terletak di Desa Panjang, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, museum ini menyimpan berbagai lokomotif kereta api yang pernah berjaya pada masanya.

Sejarah Singkat 


Ambarawa sejak zaman Hindia Belanda merupakan daerah militer, sehingga Raja Willem I berkeinginan untuk mendirikan bangunan stasiun kereta api, guna memudahkan mengangkut pasukannya untuk menuju Semarang.


Maka pada tanggal 21 Mei 1873 dibangunlah Stasiun Kereta Api Ambarawa dengan luas tanah 127.500 m₂. Masa kejayaan Stasiun Ambarawa yang lebih dikenal dengan sebutan Willem I, dihentikan pengorepasiannya sebagai stasiun kereta api dengan jurusan Ambarawa-Kedungjati Semarang. Kemudian disusul pada tahun 1976 lintas Ambarawa-Secang-Magelang juga Ambarawa-Parakan-Temanggung, ditutup.


Dengan ditutupnya Stasiun KA Ambarawa, maka pada tanggal 8 April 1976 Gubernur Jawa Tengah Supardjo Rustam bersama Kepala PJKA Eksploitasi Soeharso memutuskan Stasiun Ambarawa menjadi museum kereta api, dengan mengumpulkan 21 buah lokomotif yang pernah andil dalam pertempuran khususnya mengangkut tentara Indonesia. (sumber: Brosur Museum Kereta Api Ambarawa.


Museum Kereta Api Ambarawa buka setiap hari dari pukul 08.00 s/d pukul 17.00. Dengan tarif 10.000 per orang, kalian bisa menikmati sisa-sisa sejarah perkereta-apian Indonesia.

Layout setelah pintu masuk
Setelah melewati pintu masuk, pengunjung akan disuguhi dengan kisah-kisah sejarah perkembangan lokomotif Indonesia dan kisah mengenai terowongan-terowongan kereta api yang ada di Indonesia.

Sejarah perkeretaapian di Indonesia

Banner sepanjang kurang lebih sekitar 5 meter atau entah berapa meter ini menceritakan sejarah perkembangan kereta api di Indonesia. Mulai dari tahun 1840 sampai dengan era modern sekarang ini.

Sebagai penikmat perjalanan menggunakan kereta api, gue merasa sangat dekat dengan Museum ini. Kemudian hati merasa flashback ke masa kecil ketika perkereta-apian Indonesia belum sebaik sekarang. Untuk sekedar membeli tiket aja susah, bahkan pernah duduk di bordes kereta bersama Bapak dari Surabaya. Pernah merasakan harga tiket 14ribu rupiah, dan harga kelas bisnis 70ribu rupiah. Di dalam kereta banyak pedagang asongan, pecel, pop mie, pengamen dari yang suaranya kayak artis sampe cuma tepuk-tepuk tangan doang, dan tukang bersih-bersih kompartemen. (Ingat ini kan anak-anak 90?)

Dari yang pengantar bisa masuk ke gerbong dengan bayar peron 2500 rupiah, sampai sekarang hanya pemilik boarding pass aja yang bisa masuk. Sungguh perubahan besar, termasuk di harga tiketnya..... :( 

Di Museum ini juga menyimpan koleksi benda-benda yang berhubungan dengan perkeretapian, seperti topi PPKA, sambungan telepon, dan sebagainya.

Tiket dengan kertas karton


Tiket! Menolak lupa, jaman dahulu tiket kereta api menggunakan kertas karton kecil. Gampang keselip dan lupa naro dimana. Wkwkwkw. Generasi 90's pasti mengerti tentang tiket yang tebal sekali ini.

Halte Cicayur
Selain sejarah perkembangannya, terdapat beberapa contoh halte kereta api. Eh bukan contoh tapi haltenya yang diboyong ke Ambarawa.

Halte Cikoya


Halte yang hanya terbuat dari kayu masih awet hingga sekarang.

Turn Table

Siapa pernah denger turn table atau meja putar? Beberapa waktu yang lalu di platform insapgan ada beredar video orang sedang mendorong sesuatu dengan lokomotif di tengahnya. Inilah meja putar. Gunanya untuk memindahkan arah hadap lokomotif. Biasanya pada lokomotif uap hanya terdapat satu kabin masinis. Karena sesuai aturan reglement, setiap lokomotif uap harus berjalan maju, tidak boleh berjalan mundur. Meja putar ini peninggalan dari era NIS, dipasang di Stasiun Ambarawa sejak tahun 1908. Selain di Stasiun Ambarawa turn table terdapat di stasiun Yogyakarta, Jatinegara, Malang, dan Cilacap. 


Kereta Jadul


Pernah mendengar, tahu, atau lihat kereta jadul berjalan di tengah sawah? 

Kayak gini

Ternyata kereta ini masih ada. Tetapi hanya beroperasi kala akhir pekan dan libur panjang. Sayang kemarin datang kesana pas weekdays jadi ya nontonin keretanya sajalah.

Kereta ini tidak lagi ditarik menggunakan lokomotif uap tapi dengan kereta diesel vintage. Lokomotif uap hanya diperuntukkan bagi penyewa dengan biaya yang sudah ditentukan. Mungkin karena faktor usia dan biaya operasional yang mahal, lokomotif uap tidak digunakan lagi.

Dengan tarif Rp50.000,00 kalian dapat menikmati sensasi naik kereta jadul dengan rute Ambarawa-Tuntang. Kereta ini beroperasi 3x pada hari sabtu, dan 4x pada hari minggu.

Menarik, bukan?




Tunggu apalagi! #AyoKeMuseum !





Note:
Foto dari dokumentasi pribadi kecuali tertulis sumber dibawahnya.

Tentang Mimpi

Mungkin aku sedang rindu, sehingga malam ini ada Engkau di dalam mimpiku..

Saat aku terlelap ke dalam alam bawah sadar, Kau hadir dengan jelas disana.

Mengenang di setiap titiknya. Aku hadir di depanMu dengan sangat jelas.

Seakan aku memang berada disana.

Kemudian menjelang pagi, aku merasa bahwa ini nyata. Bahwa aku berada di sisimu untuk kali kedua.

Atau ketiga?

Semoga ini benar..

Semoga ini akan menjadi nyata

Bahwa aku ada disana lagi. 

Untuk kedua kali..

Ketiga kali..

Dan seterusnya..


Dia adalah...






Sekolah Atau Menikah (?)

Pernah nggak, dihadapkan dengan sesuatu permasalahan yang rumit, yang belum pernah dialami..?

Pergulatan batin tentang rencana masa depan yang menyangkut banyak orang.

Sekolah atau menikah?

Iya ini yang sedang gue pikirin sampai menjelang subuh gue nggak kunjung tidur. Keinginan gue untuk sekolah sampai Belanda, kadang mesti kudu dikaji ulang lagi.

Kenapa?

1. IP gua nggak nyampek bro untuk apply beasiswa. HAHAHAHA. Tapi ini masih diusahakan. Semoga aja Dewi Fortuna berpihak sama gue.

2. Ditantang menikah. Siapa coba yang ngga mau nikah? Orang yang ngga punya pacar aja minta-minta dikawinin, nah ini gua ketika udah ada yang ngajak ke pelaminan masih mikir-mikir aja. Huuffffhhh.

3. Omongan orang. I know that people's nyinyir nggak seharusnya masuk ke list pertimbangan kenapa gue harus mikirin ini masak-masak sih.. Tapi, pasti nggak sedikit orang yang bakal nyinyirin pilihan gue, kalo semisal gue pilih sekolah -nanti ga ada orang yang mau karena lo sekolah ketinggian- atau kalo gue milih nikah dulu baru sekolah -kasian suami ditinggal jauh ke luar negeri-

OMG..

I see bahwa pendidikan dan keluarga itu nggak bisa jalan bareng-bareng. Harus salah satu. Karena kalo memprioritaskan keduanya, salah satu bakalan ancur. Entah keluargamu atau pendidikanmu. Gituseeee kata orang.


Tapi kalo calon bojo bisa nerima ambisi (ciailaaa ambisi...ga deng, cita-cita), ga masalah kan ya...? 




Gimana nih calon suami..?




Atau menurut kaliyan, sekolah dan menikah itu bisa jalan barengan gasih? Atau memang harus ada yang dikorbankan salah satu?

Rotasi Pegawai, Yay Or Nay?

Disclaimer: Tulisan ini murni opini dari saya pribadi, tidak ada sangkut paut atau bermaksud untuk menjelekkan instansi saya, atau maksud negative lainnya.


Tahun baru yang sedikit suram untuk pekerjaan saya. Dunia per-PNS-an ini sedikit banyak mengubah hidup saya. Waktu saya tergantung dengan pekerjaan saya. Semua serba tak pasti. Bahkan rencana sematang apapun, bisa gagal hanya karena tugas negara. 

Iya. Sudah booking pesawat PP, semua batal karena tugas dinas. Sudah booking kereta, namun terpaksa hangus karena jadwal rapat mendadak.

hhhhhh.....

But, i have to face it.

Dari sekian takdir yang kadang bikin hari meringis-meringis itu, ada satu hal yang paling membuat sedih luar biasa.

Rotasi pegawai.

Mungkin tujuannya adalah penyegaran, baik pimpinan maupun pegawainya sendiri. Bagi pimpinan mungkin sebagai event untuk meningkatkan skill diluar pendidikan formalnya atau menambah pengalaman atau pengetahuan selain bidang yang dikuasainya.

Ada positifnya, bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui bangku sekolah saja, namun did you know that archive is different?

Arsip itu berbeda. Dunia kearsipan membutuhkan SDM dengan skill yang tidak biasa. Dunia kearsipan membutuhkan orang-orang yang kompeten di bidang arsip.

2x kami kehilangan pemimpin yang kompeten meskipun pendidikan formal mereka dari ekonomi.

Namun komitmen mereka untuk memajukan arsip di Kementerian, sungguh luar biasa. Bahkan seorang Widya Pratiwi bisa memahami arsip bahkan mungkin lebih banyak daripada kami-kami yang notabene lahir dari pendidikan kearsipan.

Sisi ingin tahu dan mau belajar dari sosok Widya Pratiwi ini yang patut untuk seharusnya beliau dipertahankan. Kearsipan perlu orang-orang yang mau belajar, komit, dan tegas. Bukan orang-orang yang gila harta menghalalkan segala cara untuk dianggap berada dan bukan orang-orang labil yang gampang tergiring opini.

Pendidikan kearsipan adalah pendidikan yang sulit menurut saya. Sehingga orang-orang di dalamnya perlu niat, komitmen, dan integritas yang tinggi untuk memajuan kearsipan KESDM lebih baik lagi.

Dengan adanya rotasi, kami harus beradaptasi dengan pemimpin baru, menyesuaikan dengan ritme kerja beliau, dan harus bisa mengikuti atau bahkan mengarahkan kemana subbagian ini akan terbang dengan kapten yang baru.

Rotasi seharusnya tidak secepat ini. Terpaut 1 tahun dari kasub sebelum dan sebelumnya, dan kini kami harus beradaptasi lagi. Kalau beradaptasi terus kapan kerja seriusnya? Kalau harus menyesuaikan terus kapan selesai pending matters-pending matters itu?

Di Kasub sebelumnya, perencanaan sudah matang tinggal eksekusi, kemudian kena rotasi, beberapa perencanaan tidak berjalan sesuai rencana. Kemudian Kasub yang ini perencanaan sudah tinggal pelaksanaan saja harus beradaptasi lagi, dan kemungkinan beberapa rencana tidak berjalan sesuai yang sudah direncanakan.

Jadi menurut saya, khususon kearsipan rotasi diberikan setelah lebih dari 3 tahun jadi pekerjaan yang sudah terencana dengan baik bisa diwujudkan sesuai dengan perencanaannya. 




CMIIW

Melawan Kerasnya Kehidupan

Jakarta, selain menyandang predikat Ibukota Negara Republik Indonesia, juga sebagai kota terkeras yang pernah gua tempati, atau bahkan mungkin kota terkeras yang bakal menjadi tempat tinggal gua sampai tua nanti.

Kerasnya ibukota tak hanya sebatas kerasnya fisik. Bertaruh waktu agar sampai kantor tempat waktu, atau berdesak-desakan di KRL Commuter Line atau metromini, yang tak jarang kekerasan fisik pun seksual menampar para pekerja perempuan.

Gua pernah salah satunya.

Betapa Jakarta tidak untuk orang yang lemah, nyata adanya.

Kenapa nggak cerita, kenapa nggak bilang? Karena orang yang mendapat pelecehan seksual, mereka cenderung takut dan malu. Orang yang mendengar cerita kita pasti akan bereaksi dengan menyalahkan. Iya atau iya? Kenapa nggak lo giniin, kenapa nggak lo anuin..? Orang yang ketakutan, mana bisa mikir sampe situ, mb?

Beberapa hari ini, berita dimana-mana menceritakan tentang seorang perempuan yang digerayangi oleh penumpang pria di CL. Yang gua rasakan? Kasian. Mbaknya udah trauma, masih dihakimi oleh sejagat penghuni dunia maya, yang bahkan kebanyakan mereka yang menghakimi adalah.... perempuan juga.

Perempuan itu lebih jahat ke sesama perempuan.

It's true. 

Di dunia per-KRL-an pun, gerbong khusus wanita adalah gerbong terhoror dari seluruh rangkaian kereta yang ada.

Dear mbak-mbak di luaran sana, bisakah kalian menaruh simpati lebih kepada yang bejenis kelamin sama dengan kalian?

They need your support instead of judgment.

Sama halnya yang gue alami. Gue pernah ada masalah yang cukup membuat gue depresi dan hampir gila. Pernah gue ceritain disini.

Masalah itu serius bagi gua, tapi sepertinya nggak buat temen-temen gue. Jadi mereka menganggap itu sebagai jokes yang layak untuk ditertawakan.

Dan teman itu, perempuan.

Perempuan lebih jahat ke perempuan ✓

Gue nggak tau apa yang ada di pikiran mereka, tidakkah mereka seharusnya mensupport gue untuk bisa bertahan lebih kuat lagi, alih-alih mencemooh.

Siapa yang mengira bahwa orang yang dikiranya baik justru berbalik arah?
Siapa yang mengira bahwa orang yang gue pikir bisa sayang sama gue tulus, bahkan berniat untuk membunuh gue?
Siapa yang bakal tahu, bahwa nyawa gue hampir aja ilang dalam hitungan sepersekian detik?

Nggak ada yang bakal tahu. Sekalipun gue.

Siapa yang mau hidup dengan seperti itu. No one. Including me.

Kalo gue bisa minta, gua bakal minta hidup seperti kalian wahai orang-orang yang sempurna.

Atau mungkin, gue yang notabene orang desa, yang nggak tau gimana menghadapi kerasnya Jakarta? Atau mungkin guenya aja yang belum sepenuhnya beradaptasi dengan Jakarta? Atau guenya aja yang terlalu lemah dengan kerasnya kehidupan di Jakarta? Sehingga jokes-jokes yang melibatkan hati dan psikologis merupakan jokes yang wajar?

.
.
.
.
.
Menurut kalian?

A Moment to Remember: 7 Days In Baitullah

Salah satu bucket list saya yang nggak tertulis di blog ini di setiap akhir atau awal tahun adalah mengunjungi Baitullah.

Sejak tahun lalu, sebenernya udah ada keinginan untuk umroh, dana pun ada tapi mungkin yang dikatakan orang-orang mengenai "panggilan" itu benar adanya.

Akhirnya, panggilan itu sampai kepada hati saya di tahun ini.

Dua ribu tujuh belas.

Alhamdulillah Hirobbil'alamiin..

So, let me tell you about my bucket list :) 

Pernah denger tentang kasusnya Fi*st Trav*l?

Yak! Salah satu peristiwa yang cukup membuat orang-orang mampu di Indonesia berfikir 1000x lipat untuk menentukan travel mana yang cocok dan amanah.

Tak terkecuali saya, anak muda yang engga tahu apa-apa, punya keinginan untuk berangkat ke Baitullah ketika kasus *T sedang hangat-hangatnya. Takut, pasti. Khawatir, iya. Apalagi ditambah dengan cerita bahwa calon mertua kawan sekamar (dulunya) juga merupakan korban *T. Sekian puluh juta raib.

Takut dong pasti jelas. Mana kita punya uang carinya pake berdarah-darah kan... Heeee...

Kemudian bermodal google, saya searching nama-nama travel kemudian cari yang sekiranya dekat dengan tempat tinggal dan kantor.

Masuk sekitar 5 travel yang ada di daerah Bintaro dan Ciputat.

Karena masih ragu, saya mencari daftar travel yang terdaftar di Kemenag.

Saya baca itu attacment .pdf satu-satu.

Ternyata banyak sekali ya travelnya. Namun saya menfokuskan pencarian ke nama 5 travel yang udah saya kantongi itu.

*ribet yeuh*

Setelah scroll-scroll itu daftar panjang, saya mengerucut ke Arfa Tour yang ada di Bintaro sektor 7. Kawasan elit euy. Wkwk.

Setelah itu datang tanya-tanya bla bla bla, okelah cocok pake Arfa aja. Mbak dan Masnya juga ramah. Dataku belum lengkap aja ditanyain mulu suruh buruan.. Wkwk.

Tapi ongkos nggak ditagih-tagih mulu kok alhamdulillah..wkwkwk.  gak kayak ibuk kontrakan yang gajian aja belom udah ditagihin mulu. BHAY!!

Aku daftar sekitar bulan juli, setelah itu ngurus paspor, vaksin, dan apalagi yaaaa yang diperluin?? Kayaknya itu aja. Batas pengumpulan dokumen sekitar awal oktober karena saya ambil pemberangkatan tanggal 8 November yang sedianya tanggal 13 November.

Gapapalah. Gak ada agenda pun dari kantor.

Dokumen yang diperluin apa aja sih?

Sok cek aja ke web-nya Arfa iya, 

http://arfahajiumroh.com/

Yang paling penting, passportnya 3 nama. 


***

Persiapan yang serba mendadak.

Pemberangkatan tanggal 8 ini ternyata membuat saya sedikit terburu-buru. Banyaknya kegiatan kantor plus tugas-tugas kuliah membuat saya sedikit kewalahan membagi waktu. Ujian saya keteteran, dinas-dinas nggak maksimal, persiapan pemberangkatan aja cuma paling 30% aja karena saking padatnya kegiatan.

+ sakit.

Iya, sehari sebelum berangkat saya ke dokter THT karena telinga sempet berdengung sejak landing dari Banyuwangi. Sempet dilarang untuk terbang sama dokter cuma ya gimana dok saya udah terlanjur harus pergi.

Akhirnya obat ditambahin hingga nominal hampir 1juta.

OMG. PADAHAL ITU KAN BUAT SANGU.

Its okelah daripada akunya kenapa-kenapa.

Let's go to due date.

Bapak yang sedianya mau nganterin sampai bandara pun harus batal karena belio juga kesehatannya sedang menurun, akhirnya berangkat hanya ditemani adik. :) :) :)

Padahal yang lainnya yang nganterin sak ndayak dan saya cuma sama adek.

Ndakpapa. 

Saya terbang menggunakan pesawat Saudi Airlines. Perjalanan menuju King Abdul Aziz Airport menempuh perjalanan sekitar 9 jam, dengan perbedaan waktu Saudi dengan Indonesia kurang lebih 4 jam. Indonesia lebih cepat tentu saja.


Kami landing di Jeddah sekitar jam 2.30 pagi waktu Saudi, checking paspor lumayan agak lama karena orang-orang imigrasinya ini super selawww. Jadi ada beberapa counter yang petugasnya nggak ada, petugasnya lagi curhaat. Jadi kita-kita ini harus punya kesabaran yang luber-luber.

Setelah check paspor selesai, kami disuruh menunggu entah apa sampai sekitar jam 6. Selama menunggu itu kami dikasih makan. Baik. Setengah 6. Makan berat. Baik.

Setelah itu berangkat ke Makkah kita, sekitar jam 8 kami sampai hotel. Disuruh makan. Lagi. 

Pokoknya di Makkah itu isinya makan aja dah pokoknya, selain beribadah tentu saja. Wkwkwk.

Mecca o'clock. The Holy Kaaba is near.

Setelah makan kami melakukan ibadah umroh.

For the first time i see the Kaaba. I am crying. Literally crying. I can see the Kaaba with my own eyes. I can see the Holy Kaaba, i can touch it with my own hand where it is only in my previous imagination. I still cannot believe that i can see it directly. 

Alhamdulillah.

Sebenarnya umroh ini ibadah yang cape banget, serius, berkali-kali rasanya mau nyerah, berkali-kali rasanya mau nangis karena saking capenya, saking engga kuatnya. Tapi semua itu rasanya sirna begitu melihat sekeliling. Banyak orang-orang tua yang dengan semangatnya mereka lari-lari kecil ketika sya'i. 

"dan stamina mu cuma segini Ta?" dalam hati begitu. "nggak malu sama nenek-nenek disamping?"

Seketika kekuatan yang tadinya melemah langsung ter-charge full.

I can do this!

Dan perjuangan berakhir dengan counterpain di sekujur tubuh ketika mau tidur.

Berdasarkan inilah saya merekomendasikan siapapun yang telah mampu, untuk segera menyisihkan pundi-pundinya untuk berangkat ke Baitullah, jangan tunggu tua, karena ini capai sekali. 

4 hari di Makkah benar-benar 4 hari yang luar biasa. Nggak akan terlupakan seumur hidup.  4 hari rasanya masih kurang, inginku menambah hari disana. Meninggalkan Makkah adalah perpisahan paling sedih menurut saya. Rasanya masih ingin disana lama-lama. Nggak pernah saya merasakan ibadah yang setenang dan sedamai di Makkah. 

***
Another experience in Makkah

Out of topic, 

Ada pengalaman menarik selama di Makkah. Jadi, saya itu makan bareng sama orang India. And do you know, mereka itu makan menggunakan piring penjara (saya menyebutnya begitu), karena ada trauma tersendiri dengan piring penjara itu. Bukan karena saya pernah di penjara, bukan. Itu karena Brigade Energy (ceritanya menyusul yaaa..).

Saya pikir kita bakalan makan dengan piring penjara tadi, saya udah ketakutan setengah mati dan kalo makannya pake itu saya nggak akan makan di hotel.

Namun alhamdulillah makanan Indonesia masih selayaknya makanan Indonesia. Dengan piring cantik dan makanannya Indonesia banget, dan piring penjara itu hanya untuk Indians saja.

Kemudian makanlah saya gabung dengan Indians ini. Masha Allah ya, cara makan mereka. Luar biasa. Berantakan. Dan membuat mual. Tangan 5 masuk piring semua, tulang sapi (atau kambing?) berantakan di meja, kuah sayur tumpah-tumpah. Subhanallah.. 

Dengan kejadian itu membuat saya bersyukur sejuta kali telah dilahirkan di Indonesia, khususnya Jawa yang menjunjung tinggi unggah ungguh dan tata krama yang kental. Bayangkan, cuma mau ngasih nasi ke tetangga, kalo ngomongnya salah aja aku diomelin sama bapak dan suruh latihan dulu.

"hayo gimana ngomongnya..?"

"bude, niki maringi daharan..?"

"NGAWUR!! NGATURI BUKAN MARINGI. coba ulangi."

..... baik. 

***
3 days in Medina.

21⁰ suhu di Madinah pagi hari menjelang winter, cukup bikin kulit kering pecah-pecah dan bibir pecah-pecah pula. Karena persiapan yang serba mendadak jadinya lipbalm ketinggalan :(.

Di Madinah, dalam kota ini terdapat Masjid Nabawi, tempat dimakamkannnya Nabi Islam Muhammad SAW, dan kota ini juga merupakan kota paling suci kedua Agama Islam setelah Makkah. Madinah adalah tujuan Nabi Muhammad SAW untuk melakukan Hijrah dari Makkah, dan secara berangsur-angsur berubah menjadi ibukota Kekaisaran Muslim, dengan pemimpin pertama langsung oleh Nabi Muhammad, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali. Kota ini menjadi pusat kekuatan Islam dalam abad-abad komunitas Muslim mulai berkembang. Madinah adalah tempat bagi tiga masjid tertua yang pernah dibangun, yaitu Masjid Quba, Masjid Nabawi, dan Masjid Qiblatain. Umat Muslim percaya bahwa penyelesaian dari serangkaian penurunan surah Al-Quran diterima Nabi Muhammad di Madinah, yang dikenal sebagai surah Madaniyah yang nampak perbedaannya dengan surah Makkiyah. Seperti kota Makkah, non-Muslim tidak diperkenankan memasuki wilayah suci Madinah. (source: Wikipedia)


Me in front of Nabawi Mosque.
Khasnya Masjid Nabawi adalah payung-payung yang ada di halamannya, yang terbuka setelah subuh dan menutup setelah ashar. Melihat payung ini terbuka adalah moment yang luar biasa.

the umbrella

Di Madinah.. disinilah pertama kali makan Albaik!! Nggak tau albaik? Go ask uncle Google :).
albaik

Tiga hari di Madinah, menjadi penanda bahwa perjalanan ini harus usai. Harus kembali ke tanah air untuk menumpuk pundi-pundi dan harapan supaya suatu hari nanti bisa ke Baitullah lagi.

Di hari pulang, saya benar-benar menangis. Banyak hal, diantaranya rasa nggak percaya bahwa saya bisa sampai ke Rumah Allah, rasa ingin lebih lama disana, rasa haru, bahagia, sedih yang nggak bisa diungkapkan dan menghasilkan air mata sepanjang perjalanan ke Bandara.

Doa sepanjang jalan, semoga dimudahkan untuk kembali lagi, dengan keluarga kecil saya, dan/atau keluarga besar saya. Semoga....




Dan semoga perjalanan ini menjadi tolok ukur kami untuk menjadikan kami sesorang yang lebih baik dari sebelumnya, lebih khusyu' sholatnya, lebih rajin ngajinya, lebih mendekatkan diri kepada Allah, lebih sabar, lebih ikhlas, dan hablumminannas kami menjadi lebih baik. Inshaa Allah :)






the last..
Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Arfa Tours, Pak Slamet, Kak Hudy dan team yang telah membimbing kami, memudahkan urusan kami, membantu kami sebelum keberangkatan, selama di Tanah Suci, dan setelah sampai kembali ke Indonesia. Beribu-ribu terima kasih saya ucapkan semoga Arfa tour, pak Slamet, kak Hudy dan Team, senantiasa amanah, barokah, diberikan selalu kemudahan dalam setiap urusan, diberikan kesehatan dan sukses dunia akhirat. Semoga kita dipertemukan kembali di lain kesempatan. Semoga Allah selalu memberikan rezeki yang berlimpah ruah kepada kita semua. God Bless You all  :)))))).










With love,
Meta.

Cantik Sih, Tapi....

Cantik.

Setiap perempuan ingin dibilang cantik, padahal mereka sudah terlahir cantik. Ya mana ada cewek ganteng. Ya kan? Namun banyak diantaranya "memaksa" diri mereka untuk menjadi cantik. Cantik yang dilihat orang lain.

Perawatan mahal, make up mahal, hanya untuk  menutupi kekurangan di wajah. Padahal definisi cantik adalah tak hanya di muka, tapi seluruh tubuh. Tubuh yang sehat dan kecerdasan yang mumpuni.

Ingat Cleopatra? Sosok pemimpin wanita tersohor yang memerintah Mesir selama berabad-abad. Seorang wanita yang mampu memikat dua pemimpin Romawi yang sangat kuat pada masa itu, Julius Caesar dan Mark Antony.

Apakah Cleopatra itu cantik? 

Dari berbagai situs, disebutkan bahwa Cleopatra nyaris tidak cantik secara fisik. Dibuktikan dari koin-koin pada masa pemerintahan Cleopatra, dalam koin-koin itu digambarkan bahwa Cleopatra memiliki leher yang gemuk, hidung yang bengkok, telinga yang panjang dan dagu yang mencuat. Seperti kebanyakan wanita Ptolemaic lainnya, tinggi Cleopatra sekitar 1,5 m.


Koin Cleopatra
Itulah Cleopatra. Yang kebanyakan orang tahu, Cleopatra adalah wanita yang cantik jelita, tidak bercacat, dan menawan, nyatanya Cleopatra maskulin dan memiliki hidung seperti bekantan.

Lalu bagaimana Cleopatra bisa memikat dua Kaisar Romawi yang sangat kuat pada masa itu? Ternyata dia make pelet. 

Hahaha. Nggak nggak. Ternyata kata wikipedia begini:

"For she was a woman of surpassing beauty, and at that time, when she was in the prime of her youth, she was most striking; she also possessed a most charming voice and knowledge of how to make herself agreeable to every one. Being brilliant to look upon and listen to, with the power to subjugate every one, even a love-sated man already past his prime, she thought that it would be in keeping with her role to meet Caesar, and she reposed in her beauty all her claims to the throne."

Yang artinya? Bisa google translate sendiri lah ya. Hahaha. 

Iya deh gue artiin, jadi intinya Cleopatra ini memiliki suara yang menarik dan menenangkan, berwawasan luas, dan perilakunya yang menyenangkan.

Ini definisi cantik berdasarkan kisah Cleopatra.

Nampaknya sebagian orang menerapkan prinsip cantik seperti Cleopatra, yang mengedepankan inner beauty. Namun tak sedikit yang judge people by the cover, sehingga menimbulkan persepsi kepada setiap perempuan bahwa cantik adalah yang bertubuh langsing dan muka yang putih.

Jadi mereka-mereka ini menghalalkan segala cara untuk tampil all out.

Nggak salah sih ambil perawatan mahal biar wajah kinclong. Nggak salah sama sekali. Kecuali lo perawatan pake duit dari hasil nyolong, nah baru salah.

Tapi... Selagi memperhatikan fisik, lihat juga inner beauty kita. Apakah sudah menjadi pribadi yang cerdas? Apakah sudah menjadi pribadi yang menyenangkan orang lain?

Gue suka gemes, sama orang yang tiap menit tacap, tapi liat lantai kotor nggak disapu. 

Tiap kelar makan, listipan, tapi meminta maaf atas kesalahan sendiri masih gengsi. 

Tiap kepanasan dikit bedakan, tapi memutar balikkan fakta biar dirinya dikenal baik sama orang lain.

Tiap hari blow mateng, tapi nggak nyambung setiap diajak ngobrol.

Tiap hari luluran, tapi selalu berfikiran negatif kepada teman sendiri.

Banyak-banyaklah membaca, banyak-banyaklah cari tahu. Ilmu nggak berbatas akademik matematika, kimia, biologi. Tapi ilmu juga tentang kehidupan, tentang memahami sifat orang lain, tentang memahami keadaan sekitar.


be smart

Ingat, cantik bukan hanya fisik, tapi yang berwawasan luas dan menjadi pribadi yang menyenangkan. 


Seperti Cleopatra. 

Cerita Bikin SIM A Di Purworejo

Seperti yang sudah saya rencanakan jauh-jauh hari, menjelang akhir tahun saya sudah harus punya SIM A. Akhirnya setelah atur jadwal kantor dan main, diputuskan untuk pulang kampung sekaligus bikin SIM A di bulan Agustus. Biar sekali jalan 3 pulau terlampaui gitu, karena ongkos pulang kampung kan mahal ugha. 

Jadi, begitu sampai rumah jumat pagi, saya dan ayah saya langsung menuju polres untuk memohon penerbitan SIM A saya. Emang udah bisa nyetir kok mau bikin SIM A? Hahaha tutor saya sudah berani melepas saya bawa mobil sendiri, berarti udah bisa kan? Yes!


Pagi itu sekitar pukul 8 saya menuju satlantas tapi di gedung yang terpisah, disitu untuk meminta surat kesehatan. Sampai disana ngumpul KTP, terus dipanggil untuk ditimbang dan diukur tinggi badan saya. Habis itu dikasih nomor antrian untuk foto di surat keterangan sehat, berangkat pagi aja udah dapet antrian nomor 69! Hmm... sambil nunggu sambil nongton bapak-bapak pulisi pada tenis. Oh ya, waktu ukur tinggi badan ini sekalian bayar sejumlah 40k. 

Setelah nunggu agak lama, kemudian saya disuruh foto nyengir dengan gigi kelihatan semua. Ok. Selesai. Habis itu ke polres untuk proses selanjutnya.

Sampai di polres kita ambil nomor antrian untuk permohonan sim baru, setelah itu masukin surat kesehatan di loket 3 untuk proses ujian praktek. Ujian prakteknya ini kalo SIM A cuma maju mundur, naik ke jalan yang nanjak terus turun lagi pake setengah kopling. Done, kayaknya sih saya lulus soal praktek ini. Hahaha.

Kelar itu, antri lagi untuk ujian tulis. Ujian tulis ini pake sistem digital. Sebut saja begitu karena sistemnya kita klik jawaban yang menurut kita benar. Soal terpampang di depan dengan in focus, terdapat 2 soal kanan dan kiri. Jumlah soal 30, dengan ketentuan skor lulus 75. Tiap meja sudah ada nomor yang menentukan nomor ganjil mengerjakan soal sebelah kiri dan nomor genap mengerjakan soal di sebelah kanan.

Tiap soal diberi waktu mengerjakan selama 15 detik. Setelah waktu habis jawaban benar langsung terpampang dibawah soal selama 3 detik, kemudian berganti ke soal selanjutnya.

Menurut saya ujian tulis ini jebak banget. Dengan soal yang panjang, dan waktu mengerjakan 15 detik itu hwaah... Dari 20 orang yang ujian, baik yang mau mengajukan baru maupun mengulang, nggak ada yang lulus. 


Terus gimana kalo nggak lulus?

Beli sertifikat. Yha.

Setelah ku tanya-tanya orang yang ngajuin SIM, emang begitu prosesnya. Kalo nggak lulus langsung aja beli sertifikat jadi kita nggak usah ujian lagi. O...o..o..kay.

Sertikat seperti apa sih kok segala pake sertifikat? Sertifikat itu diterbitkan oleh semacam lembaga kursus belajar nyetir gitu. Kan banyak toh di setiap daerah yang membuka tempat belajar nyetir begitu. Nah, buat yang kursus mungkin bisa langsung dapat sertifikatnya, kalo yang nggak kursus yaa beli aja gitu deh, satu sertifikat seharga 310.000.



Karena waktu itu hari jumat, jam kerja yang cuma setengah hari maka proses dilanjutkan besok pagi. 

Sabtu pagi, saya berniat berangkat ke polres lebih pagi berharap kalo datang pagi lebih cepat selesai. Gitu. Ternyata sampe sana. SAMA AJA DONG LAMA BANGET. JAM 9 BARU DIPANGGIL BUAT UJIAN LAGI. Kan KZL udah berangkat jam 7 ternyata harus nunggu 2 jam. Mana waktu itu handphone ketinggalan. Yha.

Jadi, #HariKeduaBikinSIM ini tetep harus praktek, cuma nggak ujian tulis aja. Prakteknya bawa mobil muter alun-alun Purworejo. Udah itu aja. Terus kelar ujian praktek, ditanya-tanya aja udah pernah bawa mobil ampe mana paling jauh. Gitu doang terus bawa berkas ke pendaftaran untuk selanjutnya bayar administrasi sejumlah Rp 120.000,00 terus nunggu dipanggil untuk foto SIM. Okay. Ini juga nunggunya lama banget gila. 

Nunggu foto sambil liatin orang karena handphone nggak dibawa, udah kayak orang stress uring-uringan sendiri. wkwkwk. Akhirnya jam 11 dipanggil. Fiuh. Padahal fotonya cuma 5 menit doang nunggunya 2 jam. Yampon untung guwa sabar. Wkwkwk.

Akhirnya dengan penantian yang luar biasa menzebalkan lama banget, jadilah SIM A guwa. Hahahaha Yuklah kita orang jalan-jalan pake mboil. Hahaa~


Selembar doang 2 hari (._. )


2 hari cuma dapat 1 lembar setengah A4, hhmmm. Ini karena katanya materialnya habis mangkanya cuma dikasih surat keterangan doang, SIM asli diambil satu bulan setelah pengajuan permohonan.

Total biaya yang dikeluarkan adalah Rp 470.000,00 dengan rincian 40.000 untuk surat keterangan sehat, 120.000 untuk administrasi, sisanya biaya bikin sertifikat. Sebenarnya jika lulus tes (tanpa membeli sertifikat), biaya yang dikeluarkan cuma 160.000, tapi karena harus beli sertifikat yaaa harus mengeluarkan kocek lebih dalam. Silahkan untuk yang pengin bikin SIM A monggo sisihkan uang lebih karena tes tertulis ndak akan lulus. CMIIW. Begitulah pengalaman saya dalam membuat SIM A.